http://journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/issue/feed Journal of Nusantara Education 2022-08-29T09:40:48+00:00 Adhan Kholis, S.Pd.I., M.Pd. adhank74@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>JONED: Journal of Nusantara Education</strong> (<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210821201447155" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN 2807-436X</a>) is a peer-reviewed open access scholarly journal published by the Faculty of Education<strong>, </strong><a href="https://www.unu-jogja.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta</a>. This journal is abstracted and indexed by <a href="https://scholar.google.com/citations?user=ojRqEDoAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=3" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a><strong>,</strong> <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/25337" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>, <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1448838" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a><strong>,</strong> <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?institution_id=6282" target="_blank" rel="noopener">OneSearch</a>,<a href="https://www.base-search.net/Search/Results?lookfor=journal+of+nusantara+education&amp;name=&amp;oaboost=1&amp;newsearch=1&amp;refid=dcbasen" target="_blank" rel="noopener"> Base</a>,<a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=124937" target="_blank" rel="noopener"> Copernicus</a>, <a href="https://journalstories.ai/journal/search/Journal%20of%20Nusantara%20Education" target="_blank" rel="noopener">JournalStories</a>, <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2807-436X" target="_blank" rel="noopener">ROAD</a>, and <a href="https://moraref.kemenag.go.id/archives/journal/99226966393151815" target="_blank" rel="noopener">Moraref</a>. Also, it has DOI Prefix with the number <strong>10.57176</strong>. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in August and April.</p> http://journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/article/view/39 Analisis Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pembentukan Profil Pelajar Pancasila SD Negeri Deresan Sleman 2022-07-06T08:18:02+00:00 Sutiyono Sutiyono sutiyonoa362@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat pembentukan profil pelajar Pancasila di SD Negeri Deresan. Selain itu, dirumuskan strategi SWOT untuk meningkatkan pembentukkan Profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan yaitu kualitatif. Adapun analisis dilakukan secara deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer hasil wawancara dengan guru SD Negeri Deresan dan data sekunder melalui analisis kajian hasil penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat implementasi penguatan pendidikan karakter dalam upaya pembentukan profil pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukkan profil pelajar Pancasila di SD Negeri Deresan terdapat faktor-faktor pendukung internal diantaranya terdapat mata pelajaran PPKn dan Pembiasaan bersalaman yang menjadi alternatif awal pembentukkan profil pekajar Pancasila. Sedangkan faktor pendukung ekternal yaitu dengan adanya kurikulum 2013 menjadi basis awal untuk melaksanakan penguatan karakter pada peserta didik. Faktor-faktor penghambat internal meliputi terbatasnya kemampuan guru untuk menginterpretasikan mengenai profil pelajar Pancasila, kurangnya kemandirian guru untuk belajar secara mandiri melalui website yang telah disediakan. Adapun faktor-faktor penghambat meliputi belum adanya sosialisasi dan belum adanya bimtek yang spesifik mengenai pembentukan profil pelajar Pancasila, dan belum tersedianya modul dan kondisi pandemi yang menyulitkan pembentukkan profil pelajar Pancasila. Strategi yang ditawarkan yaitu mulai dari pembuatan modul integratif dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Rencana mengambil dua parameter dari profil pelajar Pancasila yaitu kebhinnekaan dan kemandirian (kewirausahaan) yang diintegrasikan dalam kegiatan sekolah. Kebhinnekaan diintegrasikan dalam kegiatan ta’ziah atau melayat bersama siswa untuk membentuk sosio-tolerance dan kewirausahaan diimplementasikan melalui kegiatan membatik yang dipamerkan dan diperjual-beliakan dalam even-even peringatan hari besar di SD Negeri Deresan.<br /><br /><em>This study aims to identify the supporting and inhibiting factors for the formation of the Pancasila student profile at SD Negeri Deresan. In addition, a SWOT strategy was formulated to increase the building of the Pancasila Student Profile. The method used is qualitative. The analysis was carried out descriptively. The data used in the form of primary data from interviews with SD Negeri Deresan teachers and secondary data through an analysis of the results of previous studies regarding the supporting factors and inhibiting factors for the implementation of strengthening character education in an effort to form a profile of Pancasila students. The results showed that the formation of the profile of Pancasila students at SD Negeri Deresan contained internal supporting factors including PPKn subjects and the habit of shaking hands which became the initial alternative for forming the profile of Pancasila students. While external supporting factors, namely the existence of the 2013 curriculum, became the initial basis for carrying out character strengthening in students. Internal inhibiting factors include the limited ability of teachers to interpret the profile of Pancasila students, the lack of teacher independence to study independently through the website that has been provided. The inhibiting factors include the absence of socialization and the absence of specific guidance and technology regarding the formation of a Pancasila student profile, and the unavailability of modules and pandemic conditions that make it difficult to form a Pancasila student profile. The strategy offered is starting from making integrative modules from the central government and local governments. The plan takes two parameters from the Pancasila student profile, namely diversity and independence (entrepreneurship) which are integrated into school activities. Diversity is integrated in ta'ziah activities or mourning with students to form socio-tolerance and entrepreneurship is implemented through batik activities which are exhibited and traded in big day commemoration events at SD Negeri Deresan.</em></p> 2022-08-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Sutiyono Sutiyono http://journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/article/view/38 Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang 2022-06-27T05:12:25+00:00 Dini Yatul Ulva diniyaulva23@gmail.com Amalia Fitri fitriamalia280186@gmail.com <p>Pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menyelesaikan masalah matematika menggunakan pemahaman yang telah dimilikinya. Siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah akan mengalami kesulitan ketika menyelesaikan masalah matematika. Siswa kesulitan ketika menyelesaikan masalah matematika khususnya pada soal cerita yang memnyababkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Bahan ajar yang digunakan di sekolah juga belum memfasilitasi untuk melatih kemampuan pemecahan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebutuhan modul matematika berbasis problem solving untuk meningkatkan kemampuam pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa SMP N 4 Batang kelas IX pada tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah yang dikarenakan siswa sulit memahami soal berbentuk cerita dan sulit menerapkan rumus yang diberikan. Bahan ajar yang digunakan belum dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Problem solving merupakan salah satu motode yang dapat memfasilitasi siswa dalam berlatih memecahkan maslah karena didalamnya juga menjelaskan langkah-langkah/prosedur pemecahan masalah sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat. Oleh karena itu dibutuhkan modul yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yaitu modul berbasis problem solving. Penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan menjadi pengembangan modul berbasis probelm solving agar dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.</p> <p><em>Problem solving is an attempt to solve mathematical problems using the understanding they already have. Students who have low problem-solving skills will have difficulties in solving mathematical problems. Students have in solving mathematical problems, especially in story problems which cause students' low problem-solving abilities and the teaching materials used have not facilitated students' problem-solving skills. This study aims to determine how the need for problem solving-based mathematics modules to improve students' problem-solving skills. This study used qualitative research methods. The research subjects were students of SMP N 4 Batang class IX in the academic year 2021/2022. Data collection techniques used in this research are observation, questionnaires, and interviews. The data analysis technique in this research is descriptive qualitative analysis using Miles and Huberman analysis. The results showed that students' problem-solving abilities were still low because students had students' difficulties in understanding the story-problem questions and applying the formula. The teaching materials used have not been able to improve students' problem-solving abilities. problem solving is a method facilitating students to practice problem solving skill, because it includes the steps or procedures in problem solving. so, it can increase students' problem-solving skills. </em><em>Therefore, we need a module that can improve problem solving skills, namely problem-solving based modules. This research is expected to be continued into the development of problem solving-based modules in order to improve problem solving abilities.</em></p> 2022-08-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Dini Yatul Ulva, Amalia Fitri http://journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/article/view/41 Developing Airport Vocabulary Learning Materials for Air Transport Management Students 2022-07-16T02:41:08+00:00 Herida Panji Olivia Azhar herida.panji@sttkd.ac.id <p><em>Vocabulary mastery is an important component in language learning. In English language teaching, some vocabulary learning materials are developed based on themes for example, English vocabulary for business, economics, law and medicine. In aviation, most vocabulary books focus on vocabulary for pilots, Air Traffic Controllers, Mechanics, and Flight Attendants. In fact, these are not the only professions in the field. With this in mind, this study aims to develop airport vocabulary learning materials. This study used research and development design. The process of the material development involved planning, designing, and development. Then, the vocabulary learning material was validated through a questionnaire. The respondents were six English Lecturers and 10 people who work at the airport at the managerial levels. The results were analyzed using descriptive statistics. The validity and reliability of the instrument were tested using Pearson correlation and Cronbach alpha respectively. The result of the material development is the airport vocabulary learning materials. The content includes the names of places at the airport, tools and equipment, facilities, and the activities at the airport. The results of the questionnaire analysis show high mean score for the learning and teaching aspect and the general attribute of the materials. </em><em>The implication of this study is that the vocabulary learning materials can be used as supplementary materials for Air transport Management students. In addition to that, the instructors may use the materials to support the teaching and learning process in the English for Airport Management course. Further studies can be conducted on the students’ attitude and views on the use of the vocabulary learning materials.</em></p> <p>Penguasaan kosakata merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran bahasa Inggris. Materi pembelajaran ini biasanya dikembangkan berdasarkan tema tertentu seperti English vocabulary for business, English vocabulary for economics, English vocabulary for law and English vocabulary for medicine. Dalam penerbangan, sebagian besar buku English vocabulary berfokus pada kosakata untuk Pilot, Petugas Air Traffic Controller, Mekanik, dan Awak Kabin. Padahal, profesi ini bukan satu-satunya pekerjaan di dunia penerbangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran kosakata dengan tema kebandarudaraan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan. Proses pengembangan materi meliputi perencanaan, desain dan pengembangan. Kemudian hasil pengembangan divalidasi melalui angket dan disebarkan kepada 16 orang responden yang dipilih secara purposif. Responden terdiri dari 6 dosen bahasa Inggris dan 10 orang praktisi kebandarudaraan. Hasil dari angket kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan Pearson-product moment dan alpha Cronbach. Pengembangan menghasilkan produk berupa vocabulary learning materials yang disusun berdasarkan tema seperti nama-nama tempat di Bandar Udara, alat dan perlengkapan, fasilitas, dan kegiatan di Bandar Udara. Hasil analisis angket menunjukkan nilai rata-rata yang tinggi untuk aspek belajar mengajar dan atribut umum materi. Implikasi dari penelitian ini adalah materi pembelajaran kosa kata dapat dijadikan sebagai materi pelengkap bagi mahasiswa Manajemen Transportasi Udara. Selain itu, instruktur dapat menggunakan materi untuk mendukung proses belajar mengajar dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk Manajemen Bandara. Studi lebih lanjut dapat dilakukan pada sikap dan pandangan mahasiswa tentang penggunaan materi pembelajaran ini.</p> 2022-08-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Herida Panji Olivia Azhar http://journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/article/view/43 Analisis Isi dan Bahasa Buku Teks Bahasa Inggris SMA Kelas 10 Terbitan Erlangga 2013 2022-08-23T14:10:40+00:00 Nur Wahidah Thayib Pido faddenawimar@gmail.com Susanti Pakaya Susan@gmail.com Lutvia Dentau via@gmail.com <p>Buku teks pelajaran adalah salah satu media penunjang dalam kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Buku yang digunakan pun harus memiliki kriteria yang tepat untu menjadi kan Bahan ajar. Bahan ajar juga harus dibuat sesuai dengan syarat-syarat pembuatannya. Mendiknas (2008: 6) menjelaskan bahwa “bahan ajar merupakan bahan pembelajaran yang digunakan untuk membantu siswa belajar. Jika dilihat dengan kenyataan di lapangan buku ajar yang digunakan tidak mudah dipahami oleh siswa, bahasanya terlalu komplex. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif jenit metodenya adalah kajian pustaka. Data kualititatif diperoleh berdasarkan hasil pra observasi, wawancara, dan angket. Butir kelengkapan materi memiliki skor total 12 dari skor maksimal 20 sehingga mendapatkan persentase nilai 55% dengan status cukup. Butir keluasan materi memiliki skor total 12 dari 20 sehingga mendapatkan persentase nilai 55% dengan status kurang luas Pada Butir tema memiliki skor total 20 dari skor maksimal 20 sehingga mendapatkan persentase nilai 100% dengan status sangat sesuai . Berdasarkan simpulan pada penelitian ini, peneliti mengajukan Pertama, guru hendaknya memilih buku aacuan yang bagus dan memiliki Bahasa yang ringan untuk digunakan guna mendukung pembelajaran. Kedua, guru sebaiknya memilih buku ajar yang ringan dari segi Bahasa dan mampu menyampaikan dengan metode yang tepat agar siswa mudah menyerap dengan baik sesuai capaian kompetensi yang diinginkan.</p> <p><em>The textbook is one of the supporting media in teaching and learning activities in the classroom. The books used has the right criteria to become teaching materials. Teaching materials must be made in accordance with the conditions of manufacture. The Minister of National Education (2008: 6) explains that “teaching materials are learning materials used to help students learn. If we look at the reality in the field, the textbooks used are not easily to understood by students, the language is too complex. The method used in this research is descriptive qualitative method. The method is literature review. Qualitative data were obtained based on the results of pre-observation, interviews, and questionnaires. The item completeness of the material has a total score of 12 out of a maximum score of 20 so that it gets a 55% score percentage with sufficient status. The item breadth of material has a total score of 12 out of 20 so that it gets a percentage score of 55% with the status of being less extensive. Based on the conclusions in this study, the researcher proposes first, the teacher should choose a good reference book and have a light language to use to support learning. Second, teachers should choose textbooks that are light in terms of language and are able to convey in the right method so that students easily absorb well according to the desired competency achievement.</em></p> 2022-08-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Nur Wahidah Thayib Pido, Susanti Pakaya, Lutvia Dentau http://journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/article/view/47 Persepsi Masyarakat Situ Rawa Lio terhadap Program Rumah Belajar Nusantara 2022-08-29T09:40:48+00:00 Nunung Nurhayati nunungnurhayati1780@gmail.com Sabilla Aprilia Zulfah zulfahsabilla@gmail.com Cardianti Qatrinada qatrinnada575@gmail.com <p>Pendidikan merupakan aspek penting dimana pendidikan merupakan suatu sistem yang menghubungkan satu dengan yang lainnya. Namun tidak semua anak beruntung mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang baik dari keluarganya karena faktor ekonomi dan faktor sosial yang mereka lalui, keadaan ini membuat fungsi keluarga kurang optimal. Dari kondisi tersebut, muncul sebuah program pendidikan nonformal yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Situ, yaitu Rumah Belajar Nusantara. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengkaji pandangan masyarakat pinggiran situ terhadap keberadaan Rumah Belajar Nusantara (RBN) di kawasan pemukiman warga Situ di wilayah Depok. Metode penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dengan observasi, penyusunan kuesioner dan wawancara sebagai alat pengumpulan data, kegiatan dokumentasi dan dilanjutkan dengan pengumpulan data serta analisis data yang akan dituangkan dalam laporan penelitian akhir. Melalui kajian ini, diharapkan pembaca bisa mengetahui persepsi masyarakat Situ mengenai Rumah Belajar Nusantara (RBN).----------------------------------------------------------------------------------------------------------</p> <p>-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------</p> <p><em>Education is one of the crucial aspects in which education is a system that links one to another. However, it turns out that not all children are lucky to get good teaching and education from their families because of economic factors and the social factors they go through. This situation makes the family function less than optimal, so it is not uncommon for children to help their parents find additional income by working instead of filling their spare time by studying. From these conditions, there is a non-formal education program hoping to improve the quality of education in the Situ region, namely Rumah Belajar Nusantara. This research was an effort to assess the public's view of the presence of Rumah Belajar Nusantara (RBN) in the residential area of Situ residents in Depok area. This research method was carried out through several stages, starting with the preparation of questionnaires and interviews as a data collection tool and documentation activities, followed by data collection and data analysis, which will be included in the final research report. Through this study, it was hoped the reader can find out the public's views regarding the presence of Rumah Belajar Nusantara (RBN) in the suburb of Situ, Depok area, where the social, economic, and educational environment is still relatively low.</em></p> <p> </p> 2022-09-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Nunung Nurhayati, Sabilla Aprilia Zulfah, Cardianti Qatrinada